Puisi pantun
Setitik keringat secerca semngat,
Hadirkan sengat teramat sangat.
Ku tepis harap, ku serap gelap,
Akulah langkah yang selalu siap.
Lonceng dewa berdering diawal surya,
Aku palawa yang berjiwa pandawa.
Saat Berkat menjadi semangat,
Ku tusukan pedang di raga keramat.
Ketika insan menjadi harap, akan ku lakukan atas amanat,
Ketika lisan menjadi gelap, kau sebabkan asap berkabut pekat.
"Krik krik" suara derikan pintu istana sang kesatria sukma,
Memantapkan senjata dengan pena di dada.
Kutaruh benang, kusimpan pelita,
Ku pejamkan mata di atas dunia.
